TUGAS KELOMPOK BAHASA INDONESIA

Nama kelompok :
1) Nabila Eka Agustyaningrum
2) Najwa Kirania Najib
3) Nur Maulidiya Riyanti
4) Aura Putri Maulida 

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ PESUT MAHAKAM

Pesut mahakam merupakan salah satu jenis mamalia yang biasa dikenal dengan sebutan lumba-lumba air tawar yang terancam punah. Hewan ini dinamakan pesut mahakam karena banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam, namun para peneliti barat lebih mengenal hewan ini dengan nama Irrawaddy Dolphin. Pesut mahakam memiliki ukuran badan sepanjang 1,5 hingga 2,8 meter (dewasa) dan berat sebesar 190 kg (dewasa) serta mempunyai nama latin Orcaella brevirostris.

Pesut Mahakam merupakan salah satu hewan endemik yang banyak ditemukan di Kalimantan Timur. Pesut ini merupakan salah satu jenis mamalia yang mirip dengan lumba-lumba. Di Kalimantan Timur, hewan Pesut Mahakam bahkan dijadikan maskot provinsi mereka.

International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah memasukkan pesut mahakam sebagai hewan yang sangat terancam punah. Menurunnya populasi lumba-lumba Mahakam disebabkan oleh beberapa ancaman. Ancaman utamanya adalah penyusutan habitat.

Pesut mahakam sangat berguna bagi para nelayan dalam menentukan lokasi dan waktu penangkapan ikan. Secara ekologis, pesut mahakam juga dapat dijadikan sebagai indikator kualitas lingkungan. Hal inilah yang menjadi penyebab punahnya populasi pesut mahakam. Beberapa aktivitas manusia di sungai cukup mengganggu, terutama akibat rusaknya habitat, perubahan kualitas air sungai, dan terjerat oleh jaring nelayan. Jadi, begitu terjebak, pesut akan kekurangan oksigen dan langsung mati. Meski umur pesut mahakam cukup panjang, yakni mereka bisa hidup hingga 28 tahun.

Saat ini jumlah pesut mahakam tidak banyak. Peneliti Lembaga Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia atau Spesies Perairan Langka Indonesia, Danielle Kreb, mengatakan bahwa populasi pesut mahakam di Provinsi Kalimantan Timur masih berjumlah 41 ekor. Oleh karena itu, diharapkan semua pihak bahu-membahu menjaga pesut mahakam agar bisa berkembang biak demi menghindari terjadinya kepunahan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini